BAB 1
RANGKUMAN
1.
Surah at-T
n terdiri atas
8 ayat, termasuk kelompok surat makiyah, diturunkan setelah surah al-Burŭj.
Nama at-T
n diambil dari
kata “at-T
n” yang
terdapat pada ayat pertama surah ini yang artinya buah Tin.
2.
Melalui surah at-T
n Allah swt.
bersumpah dengan beberapa tempat, yaitu Damaskus, Baitul Maqdis, dan Mekkah
tempat lahir para rasul-nya, yaitu Nabi Nuh a.s., Nabi Ibrahim a.s., dan Nabi
Muhammad saw. Adapun bukit Sinai merupakan tempat peneguhan Nai Musa a.s..
3.
Surah at-T
n berisi tentang
keterangan Allah swt. tentang kesempurnaan pencitaan manusia. Namun banyak
diantara mereka yang mendapatkan siksa api neraka karena tidak beriman dan
beramal saleh atau tidak beribadah kepada Allah swt. sehingga mereka tidak
mencapai derajat sebaik-baik manusia, tetapi mereka justru sebagai mahkluk yang
serendah-rendahnya maka tempat mereka adalah neraka jahanam, Naużubillāhi
min żalik.
BAB 2
RANGKUMAN
1.
Menuntut ilmu bagi setiap umat islam hukumnya wajib. Dengan demikian
orang yang lalai atau malas untuk mencari ilmu akan berdosa.
2.
Member kemudahan, baik memberi biaya atau menyediakan sarana orang
mencari ilmu akan dibalas oleh Allah swt. dengan balasan surga.
3.
Mencari ilmu tidak hanya ilmu dunia saja, tetapi juga
ilmu akhirat. Sebab orang akan mengalami hidup di dunia baru kemudian menuju
akhirat. Untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat keduanya harus kita
tempuh.
4.
Ilmu akan hilang dengan wafatnya ulama. Oleh karena
itu jagalah ilmu dengan memuliakan para ulama.
5.
Siksaan yang paling pedih pada hari kiamat adalah orang alim yang
tidak mengamalkan ilmunya sehingga ilmunya tidak bermanfaat baik untuk dirinya
ataupun bagi orang lain.
6.
Kewajiban menghormati guru yang telah menyampaikan ilmu kepada
dirinya, karena guru sebagai orang tua kedua setelah ayah dan ibu kita. Oleh karena itu, kita harus menghormati
serta berlaku baik kepada mereka.
BAB 3
RANGKUMAN
1.
Hari akhir atau akhirat adalah masa yang akan dialami seseorang
setelah meninggal sebelum dan sesudahnya hari kiamat.
2.
Alam Barzah sering disebut alam kubur merupakan masa yang dilalui
yang sudah meninggal sebelum terjadinya kiamat.
3.
Yaumul Qiyāmah atau hari kiamat adalah hari akhir dari seluruh kehidupan dunia dan segala
isinya serta awal dari kehidupan di akhirat (akhir).
4.
Yaumul Ba’as adalah masa bangkitnya kehidupan manusia dari alam
barzah setelah terjadinya kiamat.
5.
Yaumul Mahsyar adalah masa berkumpulnya manusia di alam (padang)
mahsyar setelah dibangkitkan dari kubur untuk menerima catatan amal selama
hidup di dunia.
6.
Yaumul Mizan merupakan masa ditimbangnya bik buruk amal seseorang
untuk menentukan apakah ia akan masuk surga atau neraka.
7.
Surga adalah tempat yang penuh kenikmatan sebagai balasan bagi
seseorang yang beriman dan beramal saleh, serta orang-orang yang diampuni
dosanya oleh Allah swt.
8.
Neraka adalah tempat yang penuh siksaan dan penderitaan sebagai
balasan bagi orang-orang yang kafir atau orang orang berdosa yang tidak
diampuni oleh Allah swt.
9.
Kehidupan di surga dan neraka sifatnya abadi, artinya tidak ada
lagi kehidupan sesudahnya. Oleh karena itu seseorang yang banyak beramal saleh
akan selamanya hidup di surga, sedangkan orang kafir atau dosanya yang tidak
diampuni oleh Allah swt. akan hidup selamanya di neraka.
BAB 4
RANGKUMAN
1.
Qana’ah ialah perasaan hati yang menerima kondisi atau
keadaan dan rezeki yang didapatkannya.
2.
Tasamuh artinya menghargai dan membiarkan orang lain
berbeda pendapat atau pendirian walaupun bertentangan dengan keyakinan diri
sendiri.
3. Hikmah sikap
Qana’ah dan Tasamuh diantaranya mendapatkan kasih sayang dari Allah swt. dan
rasul-Nya karena Allah swt. akan menyayangi orang-orang yang saling menyayangi
terhadap sesamanya.
4. Cara membiasakan perilaku qana’ah dan
tasamuh antara lain :
a. Senantiasa berlapang dada dalam menerima
kenyataan hidup.
b. Selalu berhati tentram.
c. Membebaskan diri dari keserakahan.
d. Suka berbuat kebajikan.
e. Tidak suka mengeluh.
f. Menjauhkan diri dari sifat minta bantuan
orang lain.
g. Menciptakan stabilisator dan dinamisator
dalam kehidupan.
BAB 5
RANGKUMAN
1. Akikah ialah menyembelih ternak (kambing)
pada hari ketujuh dari kelahiran anak, baik laki-laki maupun perempuan. Untuk
bayi laki-laki 2 ekor kambing, sedangkan untuk bayi perempuan seekor kambing.
Adapun hukum aqiah adalah sunah muakkad.
2. Kurban adalah menyembelih binatang ternak
pada hari raya Idul Adha tanggal 10 Zulhijah atau hari Tasyrik tanggal 11, 12, 13 Zulhijah ) dengan niat
mendekatkn diri kepada Allah swt.
3. Tata cara penyembelihan hewan kurban dan
aqiqah sama, hanya niat dan waktu penyembelihannya yang berbeda. Penyembelihan
hewan aqiqah waktunya tidak ditentukan, sedangkan penyembelihan hewan kurban
telah ditentukan waktunya.
BAB 6
RANGKUMAN
1.
Haji adalah sengaja mengunjungi Baitullah (Kabbah) untuk melakukan
beberapa amal ibadah dengan syarat tertentu dan telah ditetapkan waktunya.
2.
Umrah ialah berkunjung ke Baitullah (Kabbah) dengan tujuan
menjalankan ibadah menurut syarat tertentu dan waktunya tidak ditentukan.
3.
Rukun haji atau umrah adalah sesuatu yang harus dilakukan pada saat
ibadah haji atau umrah. Jika tidak dilakukan haji atau umrahnya tidak sah.
4.
Wajib haji adalah sesuatu yang harus dilakukan dalam
haji atau umrah. Jika tidak dilakukan haji atau umrahnya sah, tetapi orang
tersebut harus membayar dam (denda).
Bentuk dam yang dapat dibayarkan yaitu : penyembelihan
hewan berupa kambing atau biri-biri. Apabila tidak mampu dapat diganti dengan
membayar fidyah (memberi makan fakir miskin) atau puasa kifarat selama
tiga hari.
5.
Sunnah Haji adalah sesuatu yang dinilai sunnah selama
melakukan ibadah haji. Contoh sunnah dalam ibadah haji adalah membaca talbiyah
dan berdo’a.
6.
Larangan haji adalah segala sesuatu yang dilarang
dilakukan selama melakukan ibadah haji dan umrah. Contoh larangan haji adalah
berkata-kata kotor selama tawaf. Apabila seorang jamaah haji melakukan
kesalahan maka wajib baginya membayar dam (denda).
BAB 7
RANGKUMAN
1. Islam lahir di Jazirah Arab menjadi agama
yang dianut oleh masyarakat di berbagai kawasan dunia terutama Afrika Utara,
Asia Barat, Asia Tengah, Asia Selatan, Asia Tenggara dan sebagian benua Eropa.
2. Penyebaran agama islam berlangsung damai
dan terjadi bersamaan dengan berkembangnya perdagangan antar berbagai kawasan
dunia, yaitu sejak kelahirnya pada abad ke 7 M sampai sekarang jadi para
pedagang islam memiliki peranan yang sangat penting dalam proses penyebaran
tersebut. Selain peranan para ulama melalui berbagai usaha dan pendekatan.
3. Penyebaran islam ke Indonesia juga terjadi
melalui proses perdagangan yang membentang dari Timur Tengah, Asia Selatan,
Asia Tenggara, hingga kepulauan Nusantara.
4. Setelah penganut agam Islam di Indonesia
bertambah lahirlah kerajaan-kerajaan islam di berbagai kawasan Indonesia.
Kerajaan-kerajaan tersebut memiliki peranan penting dalam membentuk tradisi dan
budaya masyarakat Islam di Indonesia sampai sekarang.
BAB 8
RANGKUMAN
1.
Surah asy-Syarh dijelaskan tentang pertolongan Allah
swt. yang akan didapatkan oleh
orang-orang yang mengerjakan sesuatu pekerjaan dengan sabar dan
berkelanjutan.
2.
Jenis kesulitan apa pun pasti akan ditanggulangi, sepanjang
orang yang menghadapi kesulitan tersebut memiliki jiwa yang kuat, berfikir
keras, ikhtiar yang sungguh-sungguh dan maksimal serta berdo’a dan tawakal
kepada Allah swt.
3.
Usaha yang dibarengi dengan do’a dan berharap kepada
Allah Swt. akan melahirkan jiwa yang penuh syukur dan bersabar jika usaha itu
gagal.
BAB 9
RANGKUMAN
1.
Agama Islam mengajarkan dan menjelaskan pentingnya
menjaga kebersihan. Orang-orang yang menjaga kebersihan akan mendapatkan pahala
surga karena kebersihan sebagian dari iman.
2.
Orang yang beriman akan selalu menjaga kebersihan dan
sebaliknya orang yang tidak menjaga kebersihan menunjukan keimanan yang kurang
sempurna.
3.
Allah Swt. tidak akan menerima atau memberi pahal
shalat seseorang yang dilakukan dalam keadaan tidak bersih atau suci.
4.
Seorang muslim pada hari Jum’at diharuskan mandi,
memakai wangi-wangian, menggosok gigi dan menggunting kuku.
5.
Seorang laki-laki muslim wajib atas dirinya dikhitan,
mencukur rambut kemaluan, merapikan kumis dan memotong kuku serta mencabut bulu
ketiak. Itu semua merupakan suatu perintah Rasullah Saw. yang harus dikerjakan
oleh manusia.
6.
Kebersihan bukan hanya mencakup bersih jasmani atau
bersih lahiriah saja, melainkan batin kita juga harus bersih, artunya, sebagai
orang muslim kita tidak hanya dituntut untuk menjaga kebersihan badan dan
lingkungan saja, tetapi kita juga harus menjaga kebersihan hati dari
sifat-sifat yang mengotori hati.
