Salam Info Gak Jelas.Com - Kesadaran Lokal untuk memperjelas Info-Info yang gak jelas Menjadi jelas dan berwawasan tinggi menurut relativitas ruang dan waktu. Internet positif Yes Internet Negatif No ......!
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Setiap karya sastra mempunyai dua unsur, yaitu unsur Intrinsik dan unsur Ekstrinsik. Unsur intrinsik ialah unsur-unsur yang membangun karya sastra dari dalam. Sedangkan unsur ekstrinsik adalah unsur-unsur yang ikut membangun karya sastra yang berasal dari luar sastra.
Dalam materi ini penulis hanya mengulas tentang analisis unsur intrinsik, pada dasarnya penulis hanya ingin mengenal dan memahami inti persoalan maupun jalan cerita cerpen yang berjudul “Gerhana” Karya Muhammad Ali ini, cerita ini menggambarkan tentang mencintai atau menyayangi sesuatu secara berlebihan yang akibatnya membawa bencana pada diri sendiri.
Jadi penulis ingin menganalisis unsur cerpen ini utnuk mengetahui lebih dulu jalan ceritanya, sehingga bisa dipahami secara jelas dan ringkas apa yang dimaksud dalam cerpen “Gerhana” Karya Muhammad Ali ini.
B. Indentifikasi Masalah
Apabila kita membaca cerita yang berwujud cerita pendek pasti terdapat unsur-unsur yang turut membangun cerita tersebut. Unsur-unsur tersebut dinamakan unsur intrinsik, unsur-unsur intrinsik yang terkandung dalam dalam cerita pendek diantaranya yaitu : tema, amanat, tokoh, penokohan, plot (alur), Lattar (setting). Unsur-unsur tersebut saling mengait sehingga terbentuk menjadi sebuah kesatuan cerita.
C. Pembatasan Masalah
Cerpen biasanya merupakan cerita fiktif dan singkat, baik jumlah halamannya maupun tokoh yang di gambarkan terbatas. Maka dari itu penulis membatasi unsur-unsur intrinsik cerpen ini diantaranya : tokoh, penokohan, latar, dan amanat agar dapat memahami makna yang terkandung secara singkat dan lebih mendalam.
D. Rumusan Masalah
Oleh karena itu, cerpen yang berjudul “Gerhana” Karya Muhammad Ali ini diperbincangkan untuk mengatasi permasalahan yaitu dengan merumuskan masalah sebagai berikut :
1. Bagaimana tokoh penokohan yang terlibat dalam cerpen “Gerhana” Karya Muhammad Ali itu ?
2. Bagaimana latar cerpen “Gerhana” Karya Muhammad Ali itu ?
3. Apa amanat yang erkandung dalam cerpen “Gerhana” Karya Muhammad Ali itu ?
E. Kajian Masalah
Menurut Nurgiyanto (2007:176) mengatakan tokoh-tokoh cerita dalam sebuah fiksi dapat dibedakan kedalam beberapa jenis penamaan berdasarkan dari sudut mana penamaan itu dilakukan.
Menurut Nadjid (2003:25) lattar ialah penempatan waktu dan tempat beserta lingkungannya dalam prosa fiksi.
Menurut Sudjiman (1986:35) amanat yang terdapat dalam karya sastra tertuang secara implisit, yaitu jika jalan keluar atau ajaran moral itu disiratkan dalam tingkah laku tokoh menjelang cerita berakhir
BAB II
PEMBAHASAN
A. Tokoh Dan Penokohan
Tokoh Penokohan Pendukung
Sali Keras Kepala
Tetangga
Pak Lurah
Juru Tulis
Polisi Desa
Istri Sali Keras Kepala
Tak Mau Kalah
Tetap Pada Pendirian
Peduli
Baik, Perhatian
Mudah Tersinggung
Bijaksana
Usil
Suka Bercanda
Pemarah
Tegas
Tergesa-Gesa Mengambil Keputusan Kalau saja aku tahu siapa dia yang bertangan usil itu, “ akan ku lunyah-lunyah sampai lembut tangan biadab itu.
Kalau ada seorang bocah pernah mengencinginya, adakah pantas kalau ia lalu mencekek mampus setelah bocah yang dijumpainya di jalan-jalan ?
Meski banyak rasa pantang di hatinya untuk menghadap bapak Polisi, namun sekali ini dipaksakannya jua langkahnya menuju kantor polisi desa.
Sesorang tetangga dari sebelah rumhnya datang diam-diam dan berdiri di sampingnya ikut menyaksikan musibah ini.
Benar juga itu, sebaiknya kau lapor dulu kepada pak Lurah, pagi-pagi tentulah dia ada dirumah.
Rupanya pak lurah merasa tersinggung oleh bantahan Sali, kemudian ujarnya “mana boleh bocah kau samakan dengan pohon papaya?”
Itu benar, tapi jangan melebih-lebihkan, ingat….yang harus di utamakan adalah kerukunan warga kampung.
“ Wah, urusan bapak ini benar-benar perkara kecil. Ini sungguh – sungguh perkara yang bukan main besarnya, harus disusun satu panitia khusus untuk menyelidikinya.
“Habis mau kemana bapak ini mesti menggotong batang pepaya yang besar itu ? “ “ Langsung ke PBB….?” Alangkah geger dunia akan dibikinnya….”
“Bangsat! Kurang ajar! Bajingan! Samber geledek kiranya, aku pokrol bambukah! Calo gelapkah! Hah disini kantor polisi tahu? Tempat paling sopan dimuka bumi!
“ Ayo lekas angkat kakimu dari sini”
Pohon celaka itulah gara-gara semua ini, beinilh jadinya, akulah yang menebangnya semalam, karena anak-anak sering memanjatinya.
B. Latar
1. Latar Tempat
Tempat Pendukung
Pekarangan rumah
Di kelurahan
Kantor Kecamatan
Kantor Polisi Desa Ketika di ketahuinya pada suatu pagi pohon pepaya satu-satunya tumbuh di pekarangan rumahnya.
Di kelurahan Sali sambut Pak Lurah
Di kantor kecamatan Sali diterima oleh beberapa juru tulis muda
Meski banyak rasa pantang di hatinya untuk menghadapi bapak Polisi, namun sekali ini dipksakannya menuju ke kantor polisi desa.
2. Latar Waktu
Waktu Pendukung
Pagi hari
Tengah Malam Ketika di ketahuinya pada suatu pagi pohon pepaya satu-satunya yang tumbuh dipekarangan rumahnya.
Menjelang tengah malam para tetangganya dikejutkan oleh pekikan suara Sali yang melolong mencabik kesunyian malam.
3. Latar Suasana
Suasana Pendukung
Mengharukan
Mengejutkan
Pilu atau Sedih Tercenung tetangga mendengar kisah mengharukan itu.
Sali menggigil, melemas serasa tubuhnya, seolah-olah tersedot oleh pandangan yang ganjil itu, sekejab kemudian ruangan kecil itupun berubah menjadi medan hiruk pikuk.
Istri Sali menangkupkan kepalanya ke pinggiran bale-bale, punggungnya berguncang-guncang menahan kepiluan yang menghujam kedalam dadanya.
C. Amanat
Amanat Pendukung
Jangan suka melebih-lebihkan suatu masalah yang kecil.
Jangan selalu memaksakan kehendak diri sendiri sehingga suatu masalah akan mudah terselesaikan tanpa terjadinya suatu hal yang menyedihkan.
Berhati hatilah dalam melakukan sesuatu jangan terburu-buru, nanti pada akhirnya jika kita kehilangan sesuatu itu pasti kita akan menyesal dikemudian hari. “ Apa? Sepele? Dengus Sali. Kini ditebangnya pohon pepaya di depan rumahku, besok rumahku akan dirobohkannya dan lusa seluruh kampung akan dibakarnya. Nah apakah ini bukan perkara besar?”
Mengapa kini jadi bertambah ruwet soalnya? Tapi bagaimanapun soal ini bukanlah mesti mendapat penyelesaiannya.
Pohon celaka itulah garagara semua ini, beginilah jadinya, akulah yang menebangnya semalam, karena anak-anak sering memanjatinya.
BAB III
PENUTUPAN
A. Kesimpulan
Sebagaimana telah dijelaskan dalam bab pembahasan diatas, cerpen “Gerhana” Karya Muhammad Ali ini ada beberapa tokoh penokohan, latar, amanat, yang diantaranya.
Diantara tokohnya ada yang bernama Sali dia mempunyai sifat keras kepala, tetap pada pendirian, tak mau kalah, ia berjuang untuk mengukap siapa yang telah menebang dan membacok pohon pepayanya. Ada juga tetangganya yang peduli dan perhatian terhadap Sali pak lurah yang mempunyai sifat bijaksana tetapi mudah tersinggung karena ucapan Sali terlalu melebih-lebihkan, ada juga juru tulis yang usil dan suka bercanda terhadap Sali. Sedangkan polisi desa orangnya pemarah dan tegas, begitu juga istri Sali yang tergesa-gesa dalam mengambil keputusan.
Sedangkan latar tempatnya ada di pekarangan rumah Sali yang di dalamnya ada satu-satunya pohon pepaya yang telah roboh, dan ada juga di kelurahan, kantor kecamatan, dan kantor polisi desa. Lattar waktu terjadi pada pagi hari dan tengah malam, sedangkan suasananya mengharukan, mengejutkan, dan pilu atau sedih atas kejadian yang menimpa Sali.
Amanat yang terkandung dalam cerpen “Gerhana” Karya Muhammad Ali ini sangat berarti bagi kehidupan manusia yang ada di muka bumi ini yaitu : jangan suka melebih-lebihkan suatu masalah yang kecil, dan juga jangan selalu memaksanakan kehendak diri sendiri, dan berhati-hatilah, dalam melakukan sesuatu. Jangan terburu-buru, pada akhirnya jika kita kehilangan sesuatu pasti kita akan menyesal di kemudian hari.
B. Saran-Saran
- Dapat membantu perkembangan karya sastra dan menyumbang pemikiran untuk memperbaiki dan menciptakan karyakarya yang lebih beragam.
- Dapat menyimpulkan dan mengambil hikmah yang terkandung dalam cerpen ini secara jelas dan lengkap.
- Bisa menentukan kembali apa isi cerita pendek ini dan juga dapat menemukan masalah-masalah secara keseluruhan.
Dengan makalah ini, semoga pembaca bisa menjadikan cerpen ini sebagai pedoman dan lebih tertarik terhadap terhadap cerpen sastra sebagai motivasi kita untuk berkreasi. Semoga Bermanfaat.
DAFTAR PUSTAKA
- Chamid, Annasiyah dkk.1995. Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia 3. Cetakan II Jakarta : Yudhistira.
- Hartadi, Sinung dkk.1996. Bahasa dan Satra Indonesia Kebanggaanku 3A. Surakarta : Tiga Serangkai.
- Hiyati, A dan Winarno Adiwardoyo. 1990. Latihan Appresiasi Sastra Cetakan II. Malang : YA 3
