selamat datang di blogku......
Waktu menunjukkan jam 05.00 WIB. Ayam berkokok dari kejauhan dan suara-suara dari masjid memanggil umatnya. Kupaksakan membuka mata. Kubuka jendela rumah yang menghadap ke jalan. Satu dua motor melintas. Embun pagi masih menampakkan dirinya di lembaran dedaunan. Langit masih cukup gelap dengan awannya yang berwarna biru gelap dan oranye. Udara dingin menusuk. Pasti tadi malam hujan. Batinku berucap. Suasana ini cuma kutemui di Indonesia.
Ayah dan Ibu masih terlelap dalam tidurnya. Pasti kecapekan untuk mengumpulkan pundi-pundi uang. Dua kakakku masih dalam mimpinya. Kakak lelaki bercita-cita merantau ke seberang. Berusaha berjuang dengan usahanya sendiri dan pulang untuk dapat membanggakan orangtua.
Kakak perempuanku, dalam tidur heningnya hanya berharap dirinya yang pemalu dapat diterima oleh teman teman sekolahnya. Mimpi yang mungkin sepele tetapi sulit halnya pada masa ketika kesenjangan sosial sangat terasa. Mungkin itu juga yang menjadi mimpi banyak orang Indonesia. Ah, biarlah mereka beristirahat lebih lama.
Kunyalakan lampu dan melihat ke gubuk kecil tempat kami berlindung dari panas dan hujan. Rumah ini sekaligus menjadi tempat kami mencari nafkah lewat barang kelontongan. Sungguh ciri khas rumah di Indonesia. Aku bergegas memakai seragam putih merah yang sudah kucel. Aku cuma punya satu sehingga bau keringat berhari-hari menempel sehingga berubah menjadi warna kuning. Karena dingin, saya tidak mau mandi. Rambut dengan model bob cukup kusisir dengan tangan. Ibu guru selalu mengingatkan kami untuk mandi tiap harinya. Dia bilang kalau tidak mandi maka kami akan mengantuk dan pelajaran tidak dapat sampai ke otak. Sampai sekarang saya tidak tahu kebenarannya. Tetapi saya rindu akan nasehat pahlawan tanpa jasa tersebut.
Ibu terbangun. Dengan mata yang masih belum sadar sepenuhnya, dia menyalakan kompor, memasak air, dan menanak nasi. Seperti ibu Indonesia pada umumnya. Tidak lupa dia memasakkan masakan kesukaan dan favorit orang Indonesia. Kuhabiskan mie instan itu dalam hitungan menit. Setelah gosok gigi, memakai sepatu hitam, dan kaus kaki yang karetnya sudah longgar, aku pun pamit. Aku berlari ke luar rumah dan siap menunggu angkot. Dimana lagi akan kau temui angkutan umum yang hanya ada di Indonesia ini? Sepintas lalu terlihat ibu-ibu baru saja pulang dari pasar subuh. Mereka menaiki angkot atau mobil pick-up beramai-ramai. Bermacam-macam sayuran dan buah berdesakan di dalam mobil. Perjuangan mereka untuk menghidupi keluarga dimulai bahkan ketika orang masih terlelap.
Angkot pun menghampiri. Yang kunaiki adalah angkot odong-odong yang berarti angkot dengan mobil kusam dan supirnya bukanlah anak gaul melainkan hanya bapak tua yang merangkap sebagai kernet. Di dalam angkot tidak ada speaker raksasa dengan suara musik hingar-bingar. Kursinya pun bolong termakan usia. Aku duduk dan membuka jendela. Ah, segarnya udara pagi ketika polusi belum menghampiri.
Jalanan yang berlubang, polisi tidur serta tikungan dan tanjakan menjadi warna sendiri. Kuamati apapun yang bisa kulihat. Tidak pernah bosan rasanya menatap keindahan alam Indonesia. Kupandangi juga poster dan baliho calon anggota DPR yang menuliskan janji-janjinya. Tidak tahu apakah itu hanya sebatas ucapan atau amanat. Ada juga di setiap tiang listrik atau lampu merah, berbagai iklan, dan jasa ditawarkan. Mulai dari les privat, sewa badut, sedot wc, dan obat penguat.
Tiba di depan sekolah, sudah kuduga aku orang pertama. Hari ini jatahku kebagian piket. Dengan semangat 45 kubersihkan lantai semen, menganti air cuci tangan ibu guru, membuang sampah, dan mengambil kapur putih dan merah di ruang kepala sekolah. Aku suka sekolah di Indonesia. Mengajarkan aku menjadi mandiri dan bertanggung jawab. Teman sekelasku datang. Kami cuma berlima, tiga cowok dan dua cewek. Mungkin Anda tidak percaya tapi memang begitu kenyataannya. Seringkali dalam satu kelas itu kami digabung dengan kakak kelas. Yah, begitulah nasib sekolah dengan peringkat yang cukup menyedihkan di kotaku.
Ibu guru kami sangat galak. Ia membawa kayu kecil yang siap menghantam telapak tangan jika kami bandel. Cubitannya juga sesuatu yang selalu kami hindari. Kami dilarang menyontek. Jumlah kami yang sedikit tidak memungkinkan kami menyontek. Lonceng berbunyi dan kami berhamburan keluar. Aku menuju ruang administrasi dan membayar SPP-ku bulan ini. Hanya Rp.7.000,00.
Aku mengajak teman wanita untuk menemaniku ke WC. Aku selalu mendengar cerita cerita misteri khas Indonesia dan, oleh sebab itu, selalu merinding jika harus ke toilet sendiri. Lalu kami pergi jajan di kantin sekolah. Aku paling suka bakso tusuk. Ada juga pempek dan es lilin. Bagiku jaja Bagiku jajanan Indonesia ad alah yang terenak..
Jika tidak menemukan aku sedang jajan, pastilah aku sedang bermain petak umpet dan kejar-kejaran. Terkadang kami menerobos pagar pembatas TK dan bermain ayunan serta perosotan. Jika sedang nakal-nakalnya, maka teman pria akan mengerjai kami yang perempuan dengan mengangkat rok merah kami. Konyol sekali tetapi berhasil membuat saya menanggis tersedu-sedu. Teringat pesan mama untuk selalu memakai celana hitam pendek jika memakai rok. Sampai sekarang aku tidak tahu apakah itu termasuk pelecehan seksual?
Selesai sekolah, aku harus bergegas pulang untuk membantu orangtua di toko. Ketika sore tiba maka aku akan bermain kelereng dengan anak tetangga di sebelah rumah. Kami juga suka bermain masak-masakan dengan memetik bunga atau daun di belakang rumah. Jika tidak, pastilah aku sedang naik sepeda mengelilingi daerah sekelilingku. Pernah aku jatuh dari sepeda yang lokasinya jauh dari rumah. Aku tidak dapat berjalan dan harus dipapah. Di zaman belum ada handphone itu, mereka memanggil ayahku ke rumah. Oh, sungguh mulia dan terpujilah sikap saling tolong-menolong di Indonesia ini.
Ketika maghrib datang, kami harus pulang. “Ga boleh keluar rumah awas diculik makhluk halus loh ntar”. Begitu ucap temannya ibuku yang datang menjemput temanku sambil menjewer telinganya. Makan malam hari itu adalah sayur kangkung polos dan petai tumis dengan udang, tahu, tempe, dan telur puyuh. Entah kenapa rasanya lezat sekali apalagi jika dimakan dengan keluarga. Tiba-tiba lampu padam. Rupanya pemadaman bergilir melanda rumah kami. Kami semua berkumpul di ruang tengah mengelilingi ayah. Dia mulai menceritakan cerita rakyat. Favoritku adalah mengenai asal-usul bunga putri malu. Cerita ayah membawaku masuk ke dunia fantasiku.
Tidak terasa sudah jam delapan malam. Kami harus segera tidur karena besok sekolah. Kakak lelaki masih sibuk mengerjakan PR-nya yaitu membuat kliping tentang pahlawan nasional. Dia seharian mencari gambar atau poto pahlawan di toko buku bekas. Lampu belum menyala dan kami hanya ditemani dengan lampu teplok dan lilin. Sengatan nyamuk di mana-mana sungguh menyebalkan. Padahal kami sudah menghidupkan obat nyamuk bakar.
Aku dapat mendengar suara ngorok dari kakak perempuanku. Di telinganya terpasang handsfree dari walkmannya. Kucoba menutup mata dan mulai tidur. Dalam mimpiku, aku melihat kami sekeluarga hidup di negara yang berkembang dengan kemajuan teknologi yang pesat. Negara kami telah bangkit dari keterpurukan dan mulai mengukir prestasi di sana-sini. Tetapi negara itu tidak menjadi angkuh, sikap ramah tamah dan gotong royongnya tetap menjadi ciri khasnya. Negara itu adalah tanah airku INDONESIA.
THE END
Contoh Karangan Narasi 1
Liburan sekolah beberapa tahun yang lalu, saya dan ibu pergi ke Pontianak. Pontianak merupakan ibu kota Provinsi Kalimantan Barat.
Di Pontianak, banyak sekali keunikan dan tempat menarik yang merupakan ciri khas KOta Pontianak. Perjalanan kurang lebih 2 jam dengan menggunakan pesawat. Tempat pertama yang saya kunjungi adalah Sintawang. Waktu tempuh menuju Sintawang kurang lebih sembilan jam dari Pontianak jika menggunakan mobil. daerah ini terkenal sebagai penghasil tenun ikat. Motif tenun ikatnya sangat unik dan coraknya sangat khas Kalimantan Barat. Harga tenun ikat ini tergolong mahal, tergantung motif dan bahannya. Harganya bisa mencapai ratus
Contoh Karangan 2
Ir. Soekarno, Presiden Republik Indonesia pertama adalah seorang nasionalis. Ia memimpin PNI pada tahun 1928. Soekarno menghabiskan waktunya di penjara dan di tempat pengasingan karena keberaniannya menentang penjajah.
Soekarno mengucapkan pidato tentang dasar-dasar Indonesia merdeka yang dinamakan Pancasila pada sidang BPUPKI tanggal 1 Juni 1945.
Soekarno bersama Mohammad Hatta sebagai wakil bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Ia ditangkap Belanda dan diasingkan ke Bengkulu pada tahun 1948. Soekarno dikembalikan ke Yogya dan dipulihkan kedudukannya sebagai Presiden RI pada tahun 1949.
Jiwa kepemimpinan dan perjuangannya tidak pernah pupus. Soekarno bersama pemimpin-pemimpin negara lainnya menjadi juru bicara bagi negara-negara nonblok pada Konferensi Asia Afrika di Bandung tahun 1955. Hampir seluruh perjalanan hidupnya dihabiskan untuk berbakti dan berjuang.
Contoh Karangan Narasi 3
Tepat ketika tanggal 10 Maret, sekolahku libur selama sembilan hari dan akan berakhir pada tanggal 18 Maret. Aku dan seluruh keluargaku tidak menyia-nyiakan waktu ini untuk mengadakan liburan keluarga. Ketika itu aku memilih berlibur ke Pantai Parangtritis. Pagi-pagi aku telah berbenah dan menyiapkan semua perbekalan yang nantinya diperlukan. Sepanjang perjalanan, aku iringi dengan nyanyian lagu riang. Betapa senangnya aku ketika sampai di pantai tersebut. Dengan hati suka ria, aku sambut Pantai Parangtritis dengan senyumku. Pantai Parangtritis, pantai nan elok yang menjadi favoritku. Tanpa menyia-nyiakan waktu, aku mengajak kakakku untuk bermain air. Kuambil air dan aku ayunkan ke mukanya. Dengan canda tawa, kami saling berbalasan. Puas rasanya, terasa hilang semua kepenatan karena kesibukan tiap harinya. Di sana, aku dan seluruh keluargaku saling berfoto-foto untuk mengabadikan momen yang indah ini. Tak terasa waktu berjam-jam telah kuhabiskan disana. Hari pun mulai sore menandakan perpisahan dan kembali pulang. Tak rela rasanya kebahagiaan ini akhirnya selesai. Dalam benakku, aku kan kembali esok.
JANGAN TERBURU MEMBERI ANTIBIOTIK
Daniya lesu sekali. Sejak hari Minggu yang lalu, badannya panas, batuk pilek, lemes, dan sering mengigau lucu-lucu Kasihan sekali; biasanya terlihat tomboy dan lincah; tiba-tiba lemes. Kalau urusan galak sih... tetep :P he he.
Sudah diberi madu, semoga menjadi ikhtiar yang baik. Sebenarnya ingin banget membawanya ke dokter. Tapi, masih kutunda mengingat jika membawanya ke dokter; biasanya diberikan antibiotik yang memang memberi efek yang langsung manjur. Namun mengingat bagaimanapun obat-obat kimia sebisa mungkin dihindari...ya...pending dulu. Sedikit referensi mengenai antibiotik, adalah sebagai berikut: Sebab, salah penggunaan anti biotik,bisa berkibat fatal.
Tidak semua orang tahu bahwa antibiotik tidak boleh dikonsumsi sembarangan. Tak semua orang tahu bahwa bila hal itu dilakukan, akibatnya justru fatal, apalagi hanya untuk penyakit-penyakit ringan. Ibaratnya, ingin membunuh satu orang mestinya cukup dengan pistol, tapi digunakan bom yang bisa menghancurkan penduduk satu kota. Selain tidak tepat penggunaan, dampak yang lebih jauh adalah bakteri dalam tubuh justru menjadi kebal.
Sebab, masyarakat kerap tidak menyadari bahwa antibiotik tidak boleh digunakan secara sembarangan. Sedikit kena penyakit flu, minum antibiotik. Kena demam dihantam dengan antibiotik. Gatal-gatal diberi antibiotik. Sakit kepala juga ditangkal dengan antibiotik.
"Padahal, tidak semua penyakit membutuhkan antibiotik. Antibiotik hanya digunakan untuk infeksi," ujar Prof Dr Kuntaman SpMK, ahli mikrobiologi RSU dr Soetomo. Misalnya, infeksi saluran kemih, sinusitis berat, atau radang tenggorokan karena infeksi kuman streptokokus (salah satu jenis bakteri).
Kuntaman menjelaskan, bahan antibiotik pertama ditemukan Alexander Fleming pada 1928. Kemudian, pada 1940-an antibiotik mulai digunakan secara luas. Waktu itu, ahli scientist dunia memprediksi, dengan ditemukannya antibiotik, pada 1960-an dunia diprediksi bersih dari penyakit infeksi.
Namun, bukannya penyakit infeksi teratasi, justru jenis bakteri baru muncul akibat resistensi terhadap penggunaan antibiotik. Bahkan, pada 1990, kata Kuntaman, di beberapa belahan dunia pernah terjadi post antibiotika era. Suatu keadaan yang antibiotik tidak berfungsi lagi. "Waktu itu, di antara 20 jenis antibiotik yang ada, hanya satu yang bisa mengobati penyakit infeksi,"jelasnya.
Pada 2001, World Health Organization (WHO) menyampaikan keprihatinan yang tinggi terhadap perkembangan bakteri resisten. WHO pun menyatakan global alert atau perang melawan bakteri resisten.
Kuntaman juga mengungkapkan, penelitian di dua rumah sakit besar di Jawa Timur dan Jawa Tengah pada 2001 menunjukkan bahwa penggunaan antibiotik secara tidak bijak mencapai 80 persen. Kasus di RSU dr Soetomo, lanjut Kuntaman, angka resisten terhadap antibiotik lini pertama (penyakit infeksi ringan) bisa mencapai 90 persen dan lini kedua (infeksi sedang) mendekati 50 persen. Dalam disertasinya yang dirilis beberapa waktu lalu, Kuntaman juga menyebutkan, angka bakteri penghasil extended spectrum beta lactamase (ESBL, jenis bakteri yang sulit diobati) mencapai 29 hingga 36 persen. "Bandingkan dengan Belanda yang angkanya kurang dari satu persen," sebut pria yang bekerja di laboratorium mikrobiologi RSU dr Soetomo itu.
Karena itu, bila antibiotik tidak digunakan secara tepat, post antibiotika era diprediksi bisa terjadi pada masa depan. "Bayangkan saja, bila tidak ada satu pun obat yang mampu mengatasi penyakit infeksi," ujarnya.
Menurut Kuntaman, tingginya penggunaan antibiotik di rumah sakit akan meningkatkan angka resistensi bakteri di tempat itu. "Yang pada akhirnya menyulitkan terapi," tegasnya. Bahkan, bakteri lebih mudah mutasi, yang berarti lebih cepat resisten terhadap berbagai antibiotik.
Prof dr R Bambang Wirjatmadi MS MCN PhD SpGK, pengajar gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unair, menjelaskan, antibiotik adalah obat yang dapat digunakan untuk membunuh kuman, virus, cacing, protozoa, dan jamur. "Biasanya, jika mengalami sakit dan disebabkan beberapa hal tersebut, obatnya antibiotik," ujar Bambang.
Tidak hanya itu. Antibiotik dibutuhkan saat seseorang sakit disertai demam. Jika sakitnya tidak disertai demam, belum tentu mereka membutuhkan antibiotik.
Agar tidak sembarangan dalam penggunaannya, sebaiknya masyarakat mengetahui jenis antibiotik. Di antaranya, tetracyclin yang digunakan untuk infeksi, sakit gigi, dan luka. Jenis chloramphenicol digunakan untuk penyakit tifus. Jenis griseofulfin digunakan untuk membunuh jamur serta combantrin untuk membunuh cacing.
Ada juga narrow spectrum,yang berguna untuk membunuh jenis bakteri secara spesifik. Antibiotik yang tergolong narrow spectrum adalah ampicillin dan amoxycilin. Jenis kedua ialah broad spectrum untuk membunuh semua jenis bakteri di dalam tubuh. "Dianjurkan untuk menghindari mengonsumsi antibiotik jenis ini," jelasnya.
Sebab, jenis antibiotik itu juga membunuh bakteri lainnya yang sangat berguna untuk tubuh. Antibiotik yang termasuk kategori itu adalah cephalosporin. Penyakit yang disebabkan virus tidak dapat diberikan antibiotik. Misalnya, sakit flu atau pilek. Sebab, antibiotik tidak dapat membunuh virus karena virus dapat mati sendiri, asal daya tahan tubuh penderita meningkat atau membaik. Meski begitu, dalam perkembangannya, saat ini ada antibiotik yang dikembangkan untuk membunuh virus.
Menurut Bambang, penggunaan antibiotik tidak pada tempatnya dan berlebihan dapat membahayakan kesehatan. Misalnya, mengakibatkan gangguan saluran pencernaan (diare, mual, muntah). "Efek samping ini sering terjadi," ujar alumnus FK Unair itu.
Selain itu, penderita bisa mengalami reaksi alergi. Mulai yang ringan seperti ruam dan gatal hingga berat seperti pembengkakan bibir, kelopak mata, sampai gangguan napas. "Karena itu, apabila memiliki alergi, sebaiknya hati-hati dalam penggunaan penycillin. Sebab, bisa jadi dia juga alergi dengan antibiotik tersebut," ujar pria asal Wonogiri, Jawa Tengah, itu.
Efek yang terjadi bisa ringan hingga berat. Pasien bisa mengalami anaphylatic shock atau shock karena penggunaan antibiotik tersebut. Lebih berbahaya lagi, obat itu juga bisa mengakibatkan kelainan hati. Seperti diketahui, antibiotik memiliki bahan dasar kimia. Selain berfungsi membunuh kuman, bahan kimia tersebut harus dinetralkan tubuh supaya aman. Caranya adalah dengan memecah bahan kimia itu.
Nah, hati atau lever bertugas memecah bahan kimia tersebut. Namun, bila diforsir terus-menerus, hati bisa rusak.
Pemakaian antibiotik yang berlebihan (irrational) juga dapat menimbulkan efek negatif yang lebih luas (long term). Irrational use, lanjut Bambang, dapat membunuh kuman yang sebenarnya baik dan berguna di dalam tubuh. Akibatnya, tempat yang semula ditempati bakteri baik akan diisi bakteri jahat.
Kemudian, pemberian antibiotik yang berlebihan akan mengakibatkan bakteri-bakteri yang tidak terbunuh mengalami mutasi dan menjadi kuman yang resisten terhadap antibiotik. Kejadian itu biasa disebut superbugs. "Jenis bakteri yang awalnya dapat diobati dengan mudah oleh antibiotik ringan, apabila antibiotiknya digunakan secara irrational, jadi memerlukan antibiotik yang lebih kuat," jelasnya.
Karena itu, saran Bambang, masyarakat harus paham soal antibiotik. Selain itu, sebelum mengonsumsi, harus tahu aturannya. Baik waktu pemakaian maupun dosis. Dengan demikian, pemakaian bisa dilakukan secara tepat dan rasional.
Menurut dia, hal itu harus mendapat perhatian dari kalangan medis. "Termasuk, upaya pemerintah dalam melakukan pengawasan di lapangan supaya antibiotik tidak beredar secara bebas," ujarnya.
Pemakaian antibiotik yang tidak benar kerap dipicu dengan dijualnya obat tersebut secara bebas di pasar. "Inilah yang mesti dikendalikan pemerintah," tegasnya (JAWA POS 14 Feb 2007)
Untuk itu, kita musti bijak dan waspada sehingga tidak buru-buru menginginkan kebugaran instan bagi putra-putri kita dengan memberi sendiri atau malah meminta dokter memberikan antibiotik. Mencoba memberikan obat-obatan dan terapi alamiah adalah sesuatu yang bijaksana.
Semoga keadaan putriku ini semakin membaik, lincah seperti sedia kala.
Yuuuk Daniya... kita minum madu lagi lalu didongengin cerita Gajah, Paus, dan Ular.
Liburan sekolah beberapa tahun yang lalu, saya dan ibu pergi ke Pontianak. Pontianak merupakan ibu kota Provinsi Kalimantan Barat.
Di Pontianak, banyak sekali keunikan dan tempat menarik yang merupakan ciri khas KOta Pontianak. Perjalanan kurang lebih 2 jam dengan menggunakan pesawat. Tempat pertama yang saya kunjungi adalah Sintawang. Waktu tempuh menuju Sintawang kurang lebih sembilan jam dari Pontianak jika menggunakan mobil. daerah ini terkenal sebagai penghasil tenun ikat. Motif tenun ikatnya sangat unik dan coraknya sangat khas Kalimantan Barat. Harga tenun ikat ini tergolong mahal, tergantung motif dan bahannya. Harganya bisa mencapai ratus
Contoh Karangan 2
Ir. Soekarno, Presiden Republik Indonesia pertama adalah seorang nasionalis. Ia memimpin PNI pada tahun 1928. Soekarno menghabiskan waktunya di penjara dan di tempat pengasingan karena keberaniannya menentang penjajah.
Soekarno mengucapkan pidato tentang dasar-dasar Indonesia merdeka yang dinamakan Pancasila pada sidang BPUPKI tanggal 1 Juni 1945.
Soekarno bersama Mohammad Hatta sebagai wakil bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Ia ditangkap Belanda dan diasingkan ke Bengkulu pada tahun 1948. Soekarno dikembalikan ke Yogya dan dipulihkan kedudukannya sebagai Presiden RI pada tahun 1949.
Jiwa kepemimpinan dan perjuangannya tidak pernah pupus. Soekarno bersama pemimpin-pemimpin negara lainnya menjadi juru bicara bagi negara-negara nonblok pada Konferensi Asia Afrika di Bandung tahun 1955. Hampir seluruh perjalanan hidupnya dihabiskan untuk berbakti dan berjuang.
Contoh Karangan Narasi 3
Tepat ketika tanggal 10 Maret, sekolahku libur selama sembilan hari dan akan berakhir pada tanggal 18 Maret. Aku dan seluruh keluargaku tidak menyia-nyiakan waktu ini untuk mengadakan liburan keluarga. Ketika itu aku memilih berlibur ke Pantai Parangtritis. Pagi-pagi aku telah berbenah dan menyiapkan semua perbekalan yang nantinya diperlukan. Sepanjang perjalanan, aku iringi dengan nyanyian lagu riang. Betapa senangnya aku ketika sampai di pantai tersebut. Dengan hati suka ria, aku sambut Pantai Parangtritis dengan senyumku. Pantai Parangtritis, pantai nan elok yang menjadi favoritku. Tanpa menyia-nyiakan waktu, aku mengajak kakakku untuk bermain air. Kuambil air dan aku ayunkan ke mukanya. Dengan canda tawa, kami saling berbalasan. Puas rasanya, terasa hilang semua kepenatan karena kesibukan tiap harinya. Di sana, aku dan seluruh keluargaku saling berfoto-foto untuk mengabadikan momen yang indah ini. Tak terasa waktu berjam-jam telah kuhabiskan disana. Hari pun mulai sore menandakan perpisahan dan kembali pulang. Tak rela rasanya kebahagiaan ini akhirnya selesai. Dalam benakku, aku kan kembali esok.
JANGAN TERBURU MEMBERI ANTIBIOTIK
Daniya lesu sekali. Sejak hari Minggu yang lalu, badannya panas, batuk pilek, lemes, dan sering mengigau lucu-lucu Kasihan sekali; biasanya terlihat tomboy dan lincah; tiba-tiba lemes. Kalau urusan galak sih... tetep :P he he.
Sudah diberi madu, semoga menjadi ikhtiar yang baik. Sebenarnya ingin banget membawanya ke dokter. Tapi, masih kutunda mengingat jika membawanya ke dokter; biasanya diberikan antibiotik yang memang memberi efek yang langsung manjur. Namun mengingat bagaimanapun obat-obat kimia sebisa mungkin dihindari...ya...pending dulu. Sedikit referensi mengenai antibiotik, adalah sebagai berikut: Sebab, salah penggunaan anti biotik,bisa berkibat fatal.
Tidak semua orang tahu bahwa antibiotik tidak boleh dikonsumsi sembarangan. Tak semua orang tahu bahwa bila hal itu dilakukan, akibatnya justru fatal, apalagi hanya untuk penyakit-penyakit ringan. Ibaratnya, ingin membunuh satu orang mestinya cukup dengan pistol, tapi digunakan bom yang bisa menghancurkan penduduk satu kota. Selain tidak tepat penggunaan, dampak yang lebih jauh adalah bakteri dalam tubuh justru menjadi kebal.
Sebab, masyarakat kerap tidak menyadari bahwa antibiotik tidak boleh digunakan secara sembarangan. Sedikit kena penyakit flu, minum antibiotik. Kena demam dihantam dengan antibiotik. Gatal-gatal diberi antibiotik. Sakit kepala juga ditangkal dengan antibiotik.
"Padahal, tidak semua penyakit membutuhkan antibiotik. Antibiotik hanya digunakan untuk infeksi," ujar Prof Dr Kuntaman SpMK, ahli mikrobiologi RSU dr Soetomo. Misalnya, infeksi saluran kemih, sinusitis berat, atau radang tenggorokan karena infeksi kuman streptokokus (salah satu jenis bakteri).
Kuntaman menjelaskan, bahan antibiotik pertama ditemukan Alexander Fleming pada 1928. Kemudian, pada 1940-an antibiotik mulai digunakan secara luas. Waktu itu, ahli scientist dunia memprediksi, dengan ditemukannya antibiotik, pada 1960-an dunia diprediksi bersih dari penyakit infeksi.
Namun, bukannya penyakit infeksi teratasi, justru jenis bakteri baru muncul akibat resistensi terhadap penggunaan antibiotik. Bahkan, pada 1990, kata Kuntaman, di beberapa belahan dunia pernah terjadi post antibiotika era. Suatu keadaan yang antibiotik tidak berfungsi lagi. "Waktu itu, di antara 20 jenis antibiotik yang ada, hanya satu yang bisa mengobati penyakit infeksi,"jelasnya.
Pada 2001, World Health Organization (WHO) menyampaikan keprihatinan yang tinggi terhadap perkembangan bakteri resisten. WHO pun menyatakan global alert atau perang melawan bakteri resisten.
Kuntaman juga mengungkapkan, penelitian di dua rumah sakit besar di Jawa Timur dan Jawa Tengah pada 2001 menunjukkan bahwa penggunaan antibiotik secara tidak bijak mencapai 80 persen. Kasus di RSU dr Soetomo, lanjut Kuntaman, angka resisten terhadap antibiotik lini pertama (penyakit infeksi ringan) bisa mencapai 90 persen dan lini kedua (infeksi sedang) mendekati 50 persen. Dalam disertasinya yang dirilis beberapa waktu lalu, Kuntaman juga menyebutkan, angka bakteri penghasil extended spectrum beta lactamase (ESBL, jenis bakteri yang sulit diobati) mencapai 29 hingga 36 persen. "Bandingkan dengan Belanda yang angkanya kurang dari satu persen," sebut pria yang bekerja di laboratorium mikrobiologi RSU dr Soetomo itu.
Karena itu, bila antibiotik tidak digunakan secara tepat, post antibiotika era diprediksi bisa terjadi pada masa depan. "Bayangkan saja, bila tidak ada satu pun obat yang mampu mengatasi penyakit infeksi," ujarnya.
Menurut Kuntaman, tingginya penggunaan antibiotik di rumah sakit akan meningkatkan angka resistensi bakteri di tempat itu. "Yang pada akhirnya menyulitkan terapi," tegasnya. Bahkan, bakteri lebih mudah mutasi, yang berarti lebih cepat resisten terhadap berbagai antibiotik.
Prof dr R Bambang Wirjatmadi MS MCN PhD SpGK, pengajar gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unair, menjelaskan, antibiotik adalah obat yang dapat digunakan untuk membunuh kuman, virus, cacing, protozoa, dan jamur. "Biasanya, jika mengalami sakit dan disebabkan beberapa hal tersebut, obatnya antibiotik," ujar Bambang.
Tidak hanya itu. Antibiotik dibutuhkan saat seseorang sakit disertai demam. Jika sakitnya tidak disertai demam, belum tentu mereka membutuhkan antibiotik.
Agar tidak sembarangan dalam penggunaannya, sebaiknya masyarakat mengetahui jenis antibiotik. Di antaranya, tetracyclin yang digunakan untuk infeksi, sakit gigi, dan luka. Jenis chloramphenicol digunakan untuk penyakit tifus. Jenis griseofulfin digunakan untuk membunuh jamur serta combantrin untuk membunuh cacing.
Ada juga narrow spectrum,yang berguna untuk membunuh jenis bakteri secara spesifik. Antibiotik yang tergolong narrow spectrum adalah ampicillin dan amoxycilin. Jenis kedua ialah broad spectrum untuk membunuh semua jenis bakteri di dalam tubuh. "Dianjurkan untuk menghindari mengonsumsi antibiotik jenis ini," jelasnya.
Sebab, jenis antibiotik itu juga membunuh bakteri lainnya yang sangat berguna untuk tubuh. Antibiotik yang termasuk kategori itu adalah cephalosporin. Penyakit yang disebabkan virus tidak dapat diberikan antibiotik. Misalnya, sakit flu atau pilek. Sebab, antibiotik tidak dapat membunuh virus karena virus dapat mati sendiri, asal daya tahan tubuh penderita meningkat atau membaik. Meski begitu, dalam perkembangannya, saat ini ada antibiotik yang dikembangkan untuk membunuh virus.
Menurut Bambang, penggunaan antibiotik tidak pada tempatnya dan berlebihan dapat membahayakan kesehatan. Misalnya, mengakibatkan gangguan saluran pencernaan (diare, mual, muntah). "Efek samping ini sering terjadi," ujar alumnus FK Unair itu.
Selain itu, penderita bisa mengalami reaksi alergi. Mulai yang ringan seperti ruam dan gatal hingga berat seperti pembengkakan bibir, kelopak mata, sampai gangguan napas. "Karena itu, apabila memiliki alergi, sebaiknya hati-hati dalam penggunaan penycillin. Sebab, bisa jadi dia juga alergi dengan antibiotik tersebut," ujar pria asal Wonogiri, Jawa Tengah, itu.
Efek yang terjadi bisa ringan hingga berat. Pasien bisa mengalami anaphylatic shock atau shock karena penggunaan antibiotik tersebut. Lebih berbahaya lagi, obat itu juga bisa mengakibatkan kelainan hati. Seperti diketahui, antibiotik memiliki bahan dasar kimia. Selain berfungsi membunuh kuman, bahan kimia tersebut harus dinetralkan tubuh supaya aman. Caranya adalah dengan memecah bahan kimia itu.
Nah, hati atau lever bertugas memecah bahan kimia tersebut. Namun, bila diforsir terus-menerus, hati bisa rusak.
Pemakaian antibiotik yang berlebihan (irrational) juga dapat menimbulkan efek negatif yang lebih luas (long term). Irrational use, lanjut Bambang, dapat membunuh kuman yang sebenarnya baik dan berguna di dalam tubuh. Akibatnya, tempat yang semula ditempati bakteri baik akan diisi bakteri jahat.
Kemudian, pemberian antibiotik yang berlebihan akan mengakibatkan bakteri-bakteri yang tidak terbunuh mengalami mutasi dan menjadi kuman yang resisten terhadap antibiotik. Kejadian itu biasa disebut superbugs. "Jenis bakteri yang awalnya dapat diobati dengan mudah oleh antibiotik ringan, apabila antibiotiknya digunakan secara irrational, jadi memerlukan antibiotik yang lebih kuat," jelasnya.
Karena itu, saran Bambang, masyarakat harus paham soal antibiotik. Selain itu, sebelum mengonsumsi, harus tahu aturannya. Baik waktu pemakaian maupun dosis. Dengan demikian, pemakaian bisa dilakukan secara tepat dan rasional.
Menurut dia, hal itu harus mendapat perhatian dari kalangan medis. "Termasuk, upaya pemerintah dalam melakukan pengawasan di lapangan supaya antibiotik tidak beredar secara bebas," ujarnya.
Pemakaian antibiotik yang tidak benar kerap dipicu dengan dijualnya obat tersebut secara bebas di pasar. "Inilah yang mesti dikendalikan pemerintah," tegasnya (JAWA POS 14 Feb 2007)
Untuk itu, kita musti bijak dan waspada sehingga tidak buru-buru menginginkan kebugaran instan bagi putra-putri kita dengan memberi sendiri atau malah meminta dokter memberikan antibiotik. Mencoba memberikan obat-obatan dan terapi alamiah adalah sesuatu yang bijaksana.
Semoga keadaan putriku ini semakin membaik, lincah seperti sedia kala.
Yuuuk Daniya... kita minum madu lagi lalu didongengin cerita Gajah, Paus, dan Ular.
