1.Bidang
Astronomi
12.Bidang Tasawuf
1.Imam Abu Hanifah (80 – 150 H / 699 – 767 M)
Ilmu Perbintangan/Astronomi juga mendapat perhatian serius
dari para ilmuan muslim ketika itu. Karena itu mereka terus melakukan kajian
untuk mengembangkan ilmu tersebut. Sementara itu, Habasyi al-Hasib al-Marwazi
telah melakukan observasi sejak usia 15 tahun. Ia memimpin penyusunan 3 tabel
Zij Al-Makmun (Tabel Al-Makmun) pada masa pemerintahan khalifah Al-Makmun.
Tabel pertama mengkritik metode al-Khawarizmi, kedua menulis tentang al-Ziz
Al-Mumtahan, ketiga al-Zij As-Syah. Al Marwazi juga menulis beberapa karya
astromoni yang dikutip dalam Fihrist (indeks) karya al-Nadim.
Tokoh – tokoh Ilmuan dalam bidang Astronomi :
a. Al-Fazari, astronom Islam yang
pertama kali menyusun astrolabe
b. Al- Fargani (Al-Faragnus), menulis
ringkasan ilmu astronomi yang diterjemahkan ke
dalam
bahasa Latin oleh Gerard Cremona dan Johannes Hispalensis.
c. Jabir Batany
d. Musa bin Syakir
e. Abu Ja’far Muhammad
2.Bidang
Kedokteran
Ilmu kedokteran merupakan salah satu ilmu yang mengalami
perkembangan yang sangat pesat pada masa Bani Abbasiyah. Pada masa itu telah
didirikan apotik yang pertama didunia yaitu yaitu tempat menjual obat.
Tokoh – tokoh Ilmuan dalam bidang Kedokteran :
a. Ibnu Sina (Avicenna), bukunya yang fenomenal
yaitu al-Qanun fi al-Tiib. Ia juga berhasil menemukan sistem peredaran darah
pada manusia.
b. Ibnu Masiwaihi
c. Ibnu Sahal
d. Ali bin Abbas
e. Al-Razi, tokoh pertama yang
membedakan antara penyakit cacar dengan measles. Dia juga orang pertama yang
menyusun buku mengenai kedokteran anak.
3.Bidang
Optika
Abu Ali al-Hasan ibn al-Haythani (al-Hazen), terkenal
sebagai orang yang menentang pendapat bahwa mata mengirim cahaya ke benda yang
dilihatnya. Menurut teorinya, bendalah yang mengirim cahaya ke mata.
4.Bidang
Kimia
Ilmu kimia yang termasuk salah satu ilmu pengetahuan ynag
dikembangkan oleh kaum muslimin. Mereka melakukan pemeriksaan dari
gejala-gejala dan mengumpulkan kenyataan-kenyataan untuk membuat hipotesa dan
untuk mencari kesimpulan-kesimpulan yang benar-benar berdasarkan ilmu
pengetahuan.
Tokoh – tokoh Ilmuan dalam bidang Kimia :
a. Jabir ibn Hayyan, ia berpendapat
bahwa logam seperti timah, besi, dan tembaga dapat diubah menjadi emas atau
perak
b. Ibn Baitar
5.Bidang
Matematika
Diantara ilmu lain yang dikembangkan pada masa pemerintahan
Bani Abbas yaitu adalah ilmu hisab / Matemaika. Ilmu ini berkembang karena
kebutuhan dasar pemerintah untuk menenukan waktu yang tepat dalam setiap
pembanunan.
Tokoh – tokoh Ilmuan dalam bidang Matematika :
a. Muhammad ibn Musa al-Khawarizmi,
yang juga mahir dalam bidang astronomi.
Dialah
yang menciptakan ilmu al-Jabar.
b. Tsabit ibn Qurrah al-Hirany
c. Musa bin Syakir
6.Bidang
Sejarah
Pada masa ini, kajian sejarah masih terfokus pada tokoh atau
/ peristiwa tertentu misalnya, sejarah hidup nabi Muhammad SAW. Dalam
perkembangan pada ilmuan/sejarawan tidak menjadikan hadist berupa perkataan.
Perbuatan Nabi Muhammad SAW, dan menentukan suatu hukum, juga masalah logis /
rangkaian peristiwa.
Tokoh – tokoh Ilmuan dalam bidang Sejarah :
a. Al-Mas’udi, diantara karyanya adalah
Muruj al-Zahab wa Ma’adin al-Jawahir
b. Ibn Sa’ad
7.Bidang
Filsafat
Proses penerjemahan yang dilakukan umat islam pada masa
pemerintahan dinasti bani Abbasiyah mengalami kemajuan cukup besar. Penerjemah
tidak hanya melakukan ilmu pengetahuan dan peradaban bangsa-bangsa Yunani,
Romawi, Persia, India, Syiria, saja, juga mencoba mentransfernya kedalam bentuk
pemikiran. Proses ini biasanya disebut dengan istilah Hellenisasi.
Tokoh-Tokoh Penting Didalam Perkembangan ilmu Filsafat islam
adalah :
1.Al – Kandi (185-260 H / 801 – 873 M)
Ia adalah
filosuf muslim pertama yang berasal dari suku Kinbad. Ia mengatakan antara
filsafat dan dengan agama tidak ada pertentangan dan tidak perlu
dipertentangkan, karena keduanya sama-sama mencari kebenaran.
Dalam
catatan M. M Syarif, al – Kindi memiliki karya sejumlah 270 buah, berupa
tulisan yang mencakup pemikiran ilmu pengetahuan lain, seperti filsafat,
kedokteran, logika, ilmu hitung, music, astronomi, psikologi, politik dan
lain-lain.
2.Abu Nasr al-Faraby
Ia merupakan salah seorang filosuf yang memiliki wawasan
pengetahuan cukup luas.
3.Ibnu sina
Ibnu sina adalah salah seorang
ilmuan dan filosuf muslim yang gemar mencari ilmu pengetahuan. Diantara
kedokteran, yang kemudian dituangkan dalam bentuk karya yang sangat monumental
yaitu al – Qanunfi al – Thibb (ensiklopedia kedokteran) karya ini menjadi bahan
rujukan para ilmuan dan dokter dunia hingga abad ke 18 M. diantara pemikiran
filsafat yang dikembangkannya adalah filsafat jiwa, filsafat wahyu dan nabi,
serta filsafat wujud.
4.Ibnu Bajjab (533 H / 1138 H)
Selain menguasai filsafat, Ibnu
Bajjah juga menguasai tata bahasa dan sastra arab.
5.Ibnu Tbufail (581 H / 1186 H)
5.Ibnu Tbufail (581 H / 1186 H)
Ia adalah seorang ilmuan filosuf
kenaman pada masa itu, selain menguasai bidang filsafat ia ia juga menguasai
ilmu pengetahuan, seperti kedokteran, matematika dan sastra arab.
6.Al – Ghazali (1059 – 1111 M)
Al – Ghazali dalam karya ini sebenarnya
ia ingin mencari kebenaran yang hakiki ia tidak mau percaya beitu saja dengan
pemikiran orang lain dalam bidang kalam dan juga dalam bidang Filosifis tidak
menemukan, dan yang dikatakannya telah Rancu.Ketika Al – Ghazali tidak
menemukan argumen yang kuat dalam kedua bidang tersebut, akhirnya melakukan
pencarian diri mengenai hakikat yang sebenarnya, semua itu ditemukan dalam
bidang tasawuf.
7.Ibnu Rusyd (520-595 H / 1126 – 1196 M)
Nama lengkapnya adalah Abu al Khalid
Muhammad bin Ahmad bin Muhammad bin Rusd, ia lahir di Cordova pada tahun 520 H
/ 1126 H, ia lahir dan dibesarkan dalam lingkungan keluarga tedidik, sehingga
ia menjadi orang yang terdidik pula. Diantra karyanya yang hingga kini masih
dapat ditemukan adalah Bidayah al – Mujtahid, yang bahasa ilmu hukum, dan kitab
al – Kulliya, yang membahas ilmu kedokteran. Selain itu ia juga banyak
melakukan komentar terhadap hasil karya pemikiran Aristoteles, sehingga ia
dikenal sebagai seorang komentator Aristoteles kenamaan, karena kritik
dankomentarnya sangat tajam.Kalau dibarat (Spanyol) Ibnu Rusyd dikenal sebagai
komentator terhadap pemikiran Aristoteles, didunia timur ia dikenal sebagai
filosuf yang membela pemikiran para Filosuf dari serangan Al – Ghazali.
Karyanya dalam bidang ini tertuang dalam Fashl al – Maqail fi ma Baina al –
Hikmah wa al – Syar’iyyah min al Ittishal
Dari karya mereka inilah kemudian bangsa-bangsa barat mencapai masa kejayaan, karena mereka mulai terbuka pemikiran dan wawasanya semakin bertambah dengan menerjemahkan karya umat islam kedalam bahasa Yunani (Eropa). Dari situlah dikenal masa Aufklarung, Renesaince, yang melahirkan suatu zaman industri yang disebut revolusi industry.
Dari karya mereka inilah kemudian bangsa-bangsa barat mencapai masa kejayaan, karena mereka mulai terbuka pemikiran dan wawasanya semakin bertambah dengan menerjemahkan karya umat islam kedalam bahasa Yunani (Eropa). Dari situlah dikenal masa Aufklarung, Renesaince, yang melahirkan suatu zaman industri yang disebut revolusi industry.
8.Bidang
Tafsir
Metode ke-2 disebut tafsir Dirayah Tafsir bir al-Ra’yi atau
bi al-Aqli yaitu menafsirkan al-Qur’an dengan menggunakan akal lebih banyak
daripada hadis. Pada masa Bani Abbasiyyah ini ditandai degan munculnya kelompok
Mu’tazilah yang tidak terikat oleh Al-Hadis maupun perkataan sahabat atau aqwal
al-Sahahah
Tokoh – tokoh Ilmuan dalam bidang Sejarah :
a. Ibn Jarir ath Tabary
b. Ibn Athiyah al-Andalusy
c. Abu Bakar Asam
d. Ibn Jaru al-Asady
e.
9.Bidang
Hadist
Pada abad ke-2 dalam pembukuan hadits yaitu pembukuan yang
berdiri sendiri terlepas dari sistematika fiqih dan tidak dimasukkan ke dalam
aqwal Al-Shahahah dan fatawa Al-Tabi’in.Tokoh yang terkenal di bidang ini
adalah Abu Abdullah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim Al-Mughiroh bin Mardizah
al-Bukhori. Ia lahir di kota Bukhara pada tahun 194 H.
Sanad adalah orang yang mendengar atau menerima hadis dari Rasulullah SAW, lalu menceritakannya kembali kepada orang lain. Matan adalah isi atau kalimat dari sabda atau hadis Rasulullah SAW. Rawi adalah orang yang meriwayatkan hadis-hadis Rasulullah SAW.
Diantara guru hadis yang sempat didatangi adalah Ishak bin Rahwi dan Ali Al-Mada’ini. Imam Al-Bukhori menghasilkan sebuah karya dlaam bidang ilmu hadis yang sangat manual yaitu kitab Al-Shahih Al-Bukhori.
Sanad adalah orang yang mendengar atau menerima hadis dari Rasulullah SAW, lalu menceritakannya kembali kepada orang lain. Matan adalah isi atau kalimat dari sabda atau hadis Rasulullah SAW. Rawi adalah orang yang meriwayatkan hadis-hadis Rasulullah SAW.
Diantara guru hadis yang sempat didatangi adalah Ishak bin Rahwi dan Ali Al-Mada’ini. Imam Al-Bukhori menghasilkan sebuah karya dlaam bidang ilmu hadis yang sangat manual yaitu kitab Al-Shahih Al-Bukhori.
Tokoh – tokoh Ilmuan dalam bidang Hadist :
a. Imam Bukhori
b. Imam Muslim
c. Ibn Majah
d. Baihaqi
e. At-Tirmizi
10.Bidang
Kalam
Akulturasi budaya yang disebabkan oleh mengglobalnya islam
sebagai agama peradaban menimbulkan tantangan – tantangan baru bagi para ulama.
Menurut A. Hasymy, lahirnya ilmu kalam karena 2 faktor
1.Untuk membela islam dengan
bersenjatakan filsafat sepetihalnya musuh memati senjata itu
2.Karena semua masalah termasuk
masalah agama, telah berkisar dari pola rasa kepada pola akal dan ilmu.
Tokoh – tokoh Ilmuan dalam bidang Kalam :
a.Al-Asy’ari
b.Imam Ghozali
c.Washil bin Atha
11.Bidang
Geografi
Dalam tradisi islam, ilmu bumi tidak bisa dipisahkan dengan
astronomi. Ahli bumi pertama dalam sejarah islam adalah al – Kalbi, yang
termasyur pada abad ke – 9M khususnya dalam studinya dikawasan Arab. Kemudian
pada masa Abad ke 10 M, al – Astakhri menerbitkan buku geografi negeri-negeri
islam dengan peta berwarna. Al-Biruni pada awal abad ke – 11 M melengkapi karya
al-Astakhri ini dengan menerbitkan buku geografi Rusia dan Eropa Utara.
Tokoh – tokoh Ilmuan dalam bidang Geografi :
a.Syarif Idrisy
b.Al-Mas’udi
12.Bidang Tasawuf
Berusaha mendekatkan diri pada Tuhan melalui jalan atau
tahapan-tahapan yang disebut maqam.
Tahapan atau maqam yang mesti dilalui oleh para sufi adalah
:
a. Zuhud adalah kehidupanyang telah
terbebas dri mentari duniawi. Tokoh yang masuk kategori ini adalah Sufyan
As-Sauri (97-161 H/716-778 M), Abu Hasyim (w. 190 H).
b. Muhabbah adalah rasa cinta yang
sangat mendalam kepada Allah SWT. Tokoh terkenal adalah Rabi’ah A-Adawiyah (w.
185 H/801 M)
c. Ma’rifat adalah pengalaman
ketuhanan. Pada ucapan Zun Nun Al-Misri dan Junaid Al-Baghdadi. Zun Nun Al
–Misri lahir di Akhmim pada tahun 155-245 H / 772-860 M.
d. Fana dan baqa adalah suatu keadaan
dimana seorang sufi belum dapat menyatukan dirinya dengan Tuhan sebelum
menghancurkan dirinya. Tokoh pertama kali adalah Abu Yazid al-Bustami (w.874
M).
e. Ittihad dan hulul adalah fase dimana
seorang sufi telah merasakan dirinya bersatu dengan Tuhan. Tokohnya adalah Abu
Yazid al-Bustami
Tokoh – tokoh Ilmuan dalam bidang Tasawuf :
Tokoh – tokoh Ilmuan dalam bidang Tasawuf :
a.Shabuddin
Sahrawardi
b.Al-Qusyairi
c.Al-Ghozali
13.Bidang
Fiqih
Para Fuqaha yaitu ahli fiqih yang mampu menyusun kitab-kitab
fiqih. Penyusun kitab al-Musnad al-Imam al-‘itdham atau fiqih Al-Akbar (Imam
Malik) 97-179 H, Penyusun kitab Al-Muwatha’ (Imam Syafi’i) 150-204 H, penyusun
kitab al-Ilm dan al-Fiqh al-Akbar fi al-Tauhid (Ibnu Hanbal) 780-855 M.
menyusun kitab Al-Musnad.
Fuqaha dibagi menjadi dua golongan yaitu :
1.Ahl al-hadis yaitu golongan yang
menyadarkan kepada hadis dalam mengambil hukum (istinbath al-hukm)
2.Ahl-al-Ra’yi adalah golongan yang
menggunakan akal di dalam mengambil hokum (istinbath al-hukm). Tokoh dalam
bidang ini adalah Imam Abu Hanifah.
Adapun para Imam Mahzab fiqih empat yang dikenal hingga kini.
Adapun para Imam Mahzab fiqih empat yang dikenal hingga kini.
1.Imam Abu Hanifah (80 – 150 H / 699 – 767 M)
Nama lengkapnya adalah Nu’man bin Tsabit
bin Zautby. Lahir di Kufah pada tahun 80 H/699 M dikenal sebagai saudagar
penjual pakaian di Kufah, hidup diantara dua masa yaitu penghubung dinasti Bani
Umayyah dan di awal Bani Abbasiyah.
2.Imam Malik (93 – 179 H / 716 0
795)
Nama lengkapnya adalah Abu Abdullah
Malik bin Anas bin Amir bin Amr bin Haris bin Gaiman bin Kutail bin Amr bin
Haris al-Asbahi. Lahir di Madinah pada masa khalifah al-Walid bin Abdul Malik
tahun 93 H/716 M, Wafat pada masa Harun Al-Rasyid tahun 179 H/795 M. Terkenal
dengan sebutan Imam Dar-al-Hijrah.
3.Imam Syafi’i
Nama lengkapnya adalah Abu Abdullah
Muhammad bin Idris al-Hasyimi al-Muthalibi bin Abbas bin Usman bin As-syafi’i.
Lahir di Gaza palestina pada tahun 150/767 M dan wafat di Mesir pada tahun 204
/820 M.
4.Imam Hanbali (164-241 H / 780-855
M)
Nama lengkapnya adalah Abu Abdullah
atau Ahmad bin Muhammad bin Hanbal. Lahir di Bagdad pada tahun 164 H/780 M. Ia
dikenal sebagai penulis kitab hadis yaitu Musnad Ahmad bin Hanbal yang memuat
40.000 hadis.
Ibrah Perkembangan
Kebudayaan/Peradaban Islam pada Masa Dinasti Al-Ayyubiyah untuk Masa Kini dan
Yang Akan Datang
Shalahuddin al Ayyubi sangat
berusaha keras dalam menghadapi perang salib, dan dalam
membentengi umat Islam dari kristenisasi. Misalnya memberi sumber untuk
pembangunan masjid, pembuatan sekolah gratis kepada siswa muslim yang tidak
mampu, dan pemberian sandang pangan bekas namun masih layak pakai. Sikap
seorang negarawan yang tegas dan berani sepertinya patut dicontoh apalagi pada
saat sekarang ini yang lebih mementingkan kepentingan pribadi daripada
kepentingan bersama. Seperti sikap tegas Shalahuddin yang langsung mencopot
jabatan para amir yang lemah di mana keberadaan mereka justru mengganggu
gerakan jihad yang mulai digelar olehnya, para aparatur yang melakukan korupsi,
dan yang bersekongkol dengan penjahat dan perampok. Rasa yang sangat
mengutamakan pendidikan dan pengetahuan juga penting untuk dilanjutkan pada
setiap generasi. Karena ilmu dan pendidikan merupakan modal utama untuk menjaga
dan mempertahankan kebudayaan atau peradaban Islam. Ilmu juga mendapat tempat
yang sama pentingnya dengan agama, yaitu untuk mengetahui ajaran-ajaran agama
dan hukum-hukum Islam.
Melihat perjuangan yang sangat
heroik dari Shalahuddin al Ayyubi, hendaklah kita berusaha dengan tekad dan
kuat dalam mensyiarkan agama Islam agar upaya kristenisasi tidak akan
berkembang lagi, dan Islam juga tetap konsisten di zaman yang sudah modern
sekarang. Sebaliknya, kehidupan umat manusia saat
ini justru hawa nafsu lebih mendonasi ketimbang moral dan akal. Peran dalam
bentuk non fisik inilah apalagi di tengah perkembangan globalisasi saat ini,
yang terkadang memperlemah semangat keimanan umat Islam. Maka dari itu, sebagai
langkah awal yang sederhana peringatan maulid Nabi Muhammad SAW menjadi sangat
penting.
Meneladani Sikap Keperwiraan
Shalahuddin al-Ayyubi
Shalahudin al Ayyubi
adalah seorang muslim yang tahu akan agamanya dan kosekuen dengannya. Ia tahu
hak tanah airnya kemudian mempertahankannya. Ia tahu hak-hak saudaranya kaum
Muslimin kemudian menunaikan hak-hak tersebut dengan sebaik-baiknya. Shalahudin
al Ayyubi juga merupakan panglima perang Muslim yang dihormati kawan dan
dikagumi lawan karena akhlaknya dan tindakannya yang tangguh tetapi tetap
mengakui hak asasi manusia dalam setiap peperangan yang dilakukannya. Sikap
keperwiraan Shalahudin al Ayyubi lainnya yang baik dicontoh adalah:
1. Membela agama dan rakyat
2. Memadamkan pemberontakan
3. Menghadapi tentara salib
4. Mempertahankan agama dan negara
Beliau juga sosok yang memiliki toleransi tinggi terhadap
umat beragama, seperti contohnya:
1. Ketika beliau menguasai
Iskandariyah, ia tetap mengunjungi orang-orang kristen
2. Ketika perdamaian dengan tentara
salib tercapai, beliau masih mengizinkan orang-orang kristen berziarah ke
Baitul Maqdis.

Komentar
Posting Komentar
Terima Kasih Sobat Sudah:
1. Berkomentar Dengan Sopan
2. Berkomentar Sesuai Artikel/Postingan
3. Berilah Informasi Kepada Admin Jika ada script yang Sudah tidak berfungsi
5. komentar Jorok/kasar /berbau Sara/Porno /saya anggap sebagai SPAM
6. like dan komentarnya